tema Relasi Agama dan Kesehatan (Sains) Dengan Tepat. Rumusan relasi agama dan sains sepanjang sejarah hingga hari ini tidak pernah memuaskan, baik di Barat maupun di Timur. Hingga hari ini keduanya masih terus bertarung dalam ruang pengaruh dan daya magis. Dalam peradaban Barat, terlalu banyak contoh orang-orang yang berilmu mengalami kekerasan. Socrates pada 15 Februari 399 SM dihukum mati karena gagasas-gagasannya dianggap meracuni generasi muda. Dalam sejarah, hukuman mati terhadap Socrates menjadi simbol bagi kemenangan mitos dan ”agama” atas ilmu pengetahuan. Ulama-ulama yang menyajikan gagasan-gagasan ilmiah dan mencoba menghubungkan ilmu-ilmu agama dan ilmu alam dimusuhi dan dianggap sesat. Ibnu Katsir yang sebenarnya tidak terlalu liberal, konon pernah dipersekusi oleh orang-orang yang berbeda mazhab. Rumahnya bahkan dilempari batu hingga membentuk gundukan mirip bukit. Para filsuf dianggap sesat. Persekusi-persekusi hingga pembunuhan kerap terjadi. Secara terpisah, Hulagu Khan dari Mongol menyerang Bagdad pada 1258 membunuh semua ulama dan karya-karya penting mereka.Relasi agama dan sains dicoba diintegrasikan dengan cara sedemikian rupa sehingga keduanya saling menopang. Kalimat paling pas dikemukakan oleh Albert Einstein, ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh. Dalam buku The Mind of God, Paul Davies menyatakan ilmu pengetahuan tanpa Tuhan kehilangan misteri. Davies dan kita semua menyadari bahwa kita hanyalah debu-debu sangat kecil di samudra kosmos atau semesta raya. Harus diakui, melesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan para ateis. menurut Ziauddin Sardar, intelektual Islam asal Pakistan, nilai-nilai agama sangat dibutuhkan untuk memberi bobot nilai pada sains dan teknologi sehingga penerapannya lebih arif dan spiritual. Tauhid harus menjadi matriks dalam pengembangan dan penerapannya. Setiap upaya moderasi dan sinergi antara agama dan sains tidak selamanya mulus. Di setiap agama ada ketegangan antara keduanya. Segi-segi teknis penerapan sains dan teknologi tak jarang tampak berbenturan dengan nilai-nilai agama.
Perkenalan peserta KKL-DR dengan pengurus desa UJUNG BATU III
Assalamu'alaikum wr.wb Pertama- tama kami ucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan kita kesehatan serta keaempatan untuk bisa melakukan aktivitas walaupun dalam keadaan pandemi covid-19. Salah satunya yaitu kita masih dapat melakukan kegiatan KKL-DR Mahasiswa angkatan XLV IAIN Padangsidimpuan tahun 2020. Penjelasan Mengenai KKL KKL adalah singkatan dari ( Kuliah Kerja Lapangan) yang merupakan suatu bentuk kegiatan yang memberikan pengalamn belajar mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat, sekaligus sebagai proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat yang sedang membangun dan mengetahui keberhasilan dan permasalahan yang dihadapi. KKL dilaksnakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan misi pendidikan bagi mahasiswa dan untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi tersebut. Bagi mahasiswa KKL bisa dijadikan sebagai pengalaman baru afaupun pembelajaran baru yang tida...

Good information
BalasHapus